Rabu, 16 Februari 2011

Manajemen Logistik Bencana

Usaha pencegahan dan penanggulangan bencana secara cepat dan tepat wajib dilakukan, baik oleh warga dan pemerintah. Salah satu yang sangat penting, tetapi sering diabaikan, perihal sistem manajemen logistik bencana. Logistik dalam pengertian manajemen bencana berarti segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup manusia, baik pangan, sandang, papan, dan turunannya. Termasuk dalam kategori logistik ialah barang yang habis dikonsumsi, misalnya sembako, obat-obatan, selimut, pakaian dan perlengkapannya, air, tenda, jas hujan, dan sebagainya.
Pada tahap pra, saat, dan pasca bencana, ketersediaan logistik yang cukup merupakan syarat mutlak karena berhubungan langsung dengan kelangsungan hidup korban bencana. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengetahui sistem dan manajemen logistik bencana.

Selasa, 15 Februari 2011

MANAJEMEN SDM PROFESIONAL di INSTITUSI PELAYANAN KESEHATAN


Paradigma baru pelayanan kesehatan :
SDM yang kompeten dan efektif. Dengan adanya SDM yang baik, kecepatan tindakan, ketepatan diagnosis, keterpaduan, keakuratan, dan kenyamanan pasien akan tercapai.

Analisis sistem organisasi :
5M (Man, Money, Material, Method, Machine) => ORGANISASI (manajemen klinik, manajemen administrasi, eksplorasi evaluasi intervensi perkembangan, kultur dan tingkah laku) => performance

SDM adalah aset :
SDM bukanlah beban dan tanggung jawab, melainkan sumber daya, sumber penghasilan dan aset organisasi (rumah sakit). Pengelolaan SDM dimulai dari perencanaan sampai pelepasan (misal usia pensiun). Pemanfaatan SDM dimulai dengan komunikasi, melalui proses komunikasi dan juga diakhiri dengan komunikasi.
Dokter tempatkan diri sebagai pusat (center)!!!

Senin, 14 Februari 2011

Mengapa Perlu Surveilans Bencana..?

Sebelumnya saya telah memaparkan apa itu surveilans kesehatan beserta fungsi dan peranannya. Sedikit berbeda dengan surveilans kesehatan, data yang didapat dari surveilans bencana tidak hanya digunakan untuk perbaikan-perbaikan penanggulangan kasus bencana di masa yang akan datang, tetapi juga untuk mendukung pengadaan logistik dan fasilitas-fasilitas untuk para korban bencana. Di bawah ini akan saya paparkan lebih lanjut mengenai surveilans bencana.
            
Surveilans bencana ialah kegiatan surveilans atau pengumpulan data yang terkait dengan kejadian bencana. Tujuan dibangunnya surveilans pada situasi bencana yaitu mendukung fungsi pelayanan bagi korban bencana secara keseluruhan untuk menekan dampak negatif yang lebih besar. Karakteristik sistem surveilans yang dibangun pada situasi bencana ialah sistem harus sederhana, mencakup yang sangat prioritas, dilakukan secara aktif dan intensif, melibatkan semua pihak, mengutamakan unsur kecepatan, dan didukung juga adanya respon yang cepat.

Permasalahan Kesehatan Mental di Indonesia


Data global menunjukkan bahwa 25% populasi umum mengalami gangguan kesehatan jiwa, 40% diantaranya misdiagnosis sehingga mengakibatkan banyaknya pengeluaran biaya untuk pemeriksaan dan penanganan yang sebenarnya tidak diperlukan. Prevalensi gangguan mental dan tingkah laku pada orang dewasa sebesar 10%. 24% orang yang datang ke dokter puskesmas menderita gangguan kesehatan jiwa, 69% di antaranya datang dengan keluhan fisik tetapi tidak ada bukti adanya gangguan fisik.

Meningkatnya prevalensi gangguan kesehatan mental terkait dengan adanya transformasi dan transisi yang ada. Transformasi dan transisi di dunia menyebabkan :
1.      Perubahan pola hidup, sikap dan norma-norma.
2.      Di sektor kesehatan, transisi epidemiologi penyakit infeksi menjadi non infeksi dan gangguan terkait tingkah laku serta  gangguan mental.

HOSPITAL DISASTER PLAN


Banyaknya korban yang membanjiri Rumah Sakit saat terjadibencana harus dapat diantisipasi oleh pihak Rumah Sakit, sehinggaRumah Sakit sebagai tempat rujukan bagi korban bencana harus mampumenjadi tempat yang aman dan layak untuk para pasien. Untukmeminimalkan resiko bencana, institusi kesehatan khususnya RumahSakit harus mempunyai perencanaan dan prosedur untuk penangananbencana, sehingga dapat menangani korban dalam jumlah yang sangatbanyak dalam situasi bencana bahkan dapat mengidentifikasi potensialterjadinya bencana di lingkungan Rumah Sakit. Rumah sakit (RS) dalamhal ini memegangperanan utama dalam kesiapan menangani korbanbencana. Sayangnya hampir seluruh RS di Indonesia belum sepenuhnyadapat menangani korban bencana dengan cepat dan tepat.Hal itu seringterjadi karenasalah satu darifungsi atau struktur kolap. Di samping itu,masing-masing rumah sakit memiliki cara penanganan korban yangberagam sehingga menyulitkan koordinasi.

Minggu, 13 Februari 2011

Dampak Bencana terhadap Aspek Kesehatan Mental

Bencana atau disaster dapat berpengaruh terhadap aspek psikologis. Banyak korban bencana yang kehilangan harta benda, tempat tinggal, bahkan sanak saudara. Tentunya tidak mudah untuk menerima semua kerugian yang ada akibat bencana dengan lapang dada dan perasaan ikhlas. Beban berat yang harus ditanggung oleh para korban bencana dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental, terutama bagi orang-orang dengan kemampuan manajemen stress yang kurang baik. Penting bagi kita, terutama calon tenaga kesehatan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bencana terhadap aspek kesehatan mental. 
  
Berikut saya paparkan sedikit mengenai dampak bencana terhadap aspek kesehatan mental dan penanganannya.

Penanggulangan Bencana: Sebelum, saat, dan sesudah kejadian bencana

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis serta memerlukan bantuan luar dalam penanganannya.

Upaya Penanggulangan Bencana
Secara garis besar, upaya penanggulangan bencana meliputi :
Kesiapsiagaan => keadaan siap setiap saat bagi setiap orang, petugas serta institusi pelayanan (termasuk pelayanan kesehatan) untuk melakukan tindakan dan cara-cara menghadapi bencana baik sebelum, sedang, maupun sesudah bencana.
Penanggulangan => upaya untuk menanggulangi bencana, baik yang ditimbulkan oleh alam maupun ulah manusia, termasuk dampak kerusuhan yang meliputi kegiatan pencegahan, penyelamatan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.