Kamis, 17 Februari 2011

Sumber-sumber Pembiayaan Kesehatan


Telah kita ketahui bersama bahwa sumber pembiayaan untuk penyediaan fasilitas-fasilitas kesehatan melibatkan dua pihak utama yaitu pemerintah (public) dan swasta (private). Kini masih diperdebatkan apakah kesehatan itu sebenarnya barang public atau private mengingat bahwa fasilitas-fasilitas kesehatan yang dipegang oleh pihak swasta (private) cenderung bersifat komersil. Di sebagian besar wilayah Indonesia, sektor swasta mendominasi penyediaan fasilitas kesehatan, lebih dari setengah rumah sakit yang tersedia merupakan rumah sakit swasta, dan sekitar 30-50 persen segala bentuk pelayanan kesehatan diberikan oleh pihak swasta (satu dekade yang lalu hanya sekitar 10 persen). Hal ini tentunya akan menjadi kendala terutama bagi masyarakat golongan menengah ke bawah. Tingginya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan jika menggunakan fasilitas-fasilitas kesehatan swasta tidak sebanding dengan kemampuan ekonomi sebagian besar masyarakat Indonesia yang tergolong menengah ke bawah.
            
Di lain sisi, kesehatan adalah barang mahal, kebutuhan akan kesehatan tidak terbatas tetapi dana untuk pembiayaan penyediaan fasilitas kesehatannya sangat terbatas. Satu sumber saja tidak akan cukup. Untuk itu dibutuhkan kombinasi dari berbagai sumber.
Sumber dana kesehatan:
1.      Pemerintah
Dana pemerintah pusat, propinsi, kabupaten kota, saham pemerintah dalam BUMN, premi bagi jamkesmas miskin yg dibayarkan oleh pemerintah
2.      Swasta atau masyarakat
CSR (Corporate Social Responsibility), pengeluaran rumah tangga baik yg dibayarkan tunai atau lewat sistem asuransi, bantuan dari luar negeri, hibah atau donor dari LSM
Alur pembiayaan kesehatan
Sumber-sumber pendanaan kesehatan (Berdasarkan ideologi suatu negara) :
1.      Sosialis dan welfare state
Dibiayai penuh oleh pemerintah (negara memegang penuh kesejahteraan pasien), not for profit, cakupannya adalah publik
2.      Liberal – kapitalis
Harga diserahkan pada mekanisme pasar (ada tawar-menawar), profit oriented, fully private (tidak ada campur tangan pemerintah)
3.      Kombinasi (gabungan dari keduanya, paling banyak diaplikasikan)
     Kombinasi antara pendanaan pemerintah, swasta, dan masyarakat, sistem asuransi sosial, public private mixed

Manajemen pembiayaan kesehatan terdiri dari :
-         Input (sumber daya yg terbatas, kebutuhan kesehatan tidak terbatas)
-         Proses manajemen (efisiensi penggunaan sumber daya, pemilihan program kesehatan yang efektif)
-         Output atau outcomes ( budgeting policy dan sistem pembiayaan kesehatan, status atau derajat kesehatan)

            Peran swasta dalam pembiayaan kesehatan ternyata cukup penting. Dana yang dialokasikan pemerintah untuk pembiayaan kesehatan masyarakat Indonesia masih belum mencukupi. Oleh karena itu dalam pembiayaan kesehatan diperlukan hubungan kemitraan yang baik antara pihak swasta dan pemerintah, dimana pihak swasta tetap dapat memegang sektor penyelenggaraan fasilitas kesehatan, sedangkan pemerintah tetap mengadakan pengawasan dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk meregulasi pihak swasta agar dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan tetap memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat, sebagai contoh: memberlakukan Askeskin di Rumah Sakit Swasta. Dengan adanya hal tersebut diharapkan masyarakat miskin tetap dapat menerima pelayanan dari fasilitas kesehatan swasta.

Referensi:
Materi kuliah mengenai Sumber-sumber Pembiayaan Kesehatan Nasional oleh Prof. Laksono & Deni Harbianto

0 komentar:

Poskan Komentar